admin Menulis Apa Saja

30 Rumah Adat Indonesia Terlengkap + Gambar Semua Provinsi

3 min read

Rumah Adat Indonesia – Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, negara tercinta kita ini dihuni sekitar 264 juta jiwa yan tersebar di sepanjang Sabang sampai Merauke. Ada berbagai suku dan bahasa yang ada di Indonesia, oleh sebab itu tanah kita dijuluki sebagai surga dunia.

Kami akan memberikan berbagai informasi mengenai rumah adat yang ada di Indonesia. Kami berikan versi lengkap dari setiap pulau pulau di Indonesia

Rumah Adat Indonesia di Sumatra

Sumatra sendiri memiliki beberapa provinsi, dan setiap provinsi memiliki rumah adat masing-masing, mulai dari aceh, sumatra utara, sumatra barat, sumatra selatan,lampung, bengkulu,bangka – belitung, riau

1. Aceh (Krong Bade)

Provinsi Aceh merupakan provinsi paling ujung barat di Indonesia, Aceh biasa disebut sebagai serambi mekah. Dimana dahulu seluruh jamaah haji Indonesia pasti transit di Aceh untuk melanjutkan perjalanan ke tanah Suci.

Rumah Adat Aceh adalah Krong Bade, rumah ini merupakan rumah yang bertipe struktur panggung. Dimana memiliki tinggi sekitar 2-3 meter dari permukaan tanah. Mayoritas rumah adat aceh terbuat dari kayu, namun untuk bagian atap dan lantai terbuat dari bahan lain.

Atap Krong Bade terbuat dari daun rumbia atau daun enau dan ini dianyam dahulu sebelum dipasang. Uniknya lagi Rumah Adat Aceh ini memiliki ruang bawah tanah dan difungsikan sebagai kandang.

2. Sumatra Utara (Rumah Bolon)

Sumatra Utara beribukota di Medan, dimana di Sumatra Utara masyarakatnya adalah suku Batak, suku Batak banyak dikenal diberbagai profesi dan masyarakatnya dikenal ulet dalam bekerja. Warga sumatra Utara memiliki rumah adat Bolon.

Hampir sama dengan rumah adat Aceh, rumah bolon juga bertipe rumah panggung, dimana rumah berdiri sekitar 2-3 meter diatas tanah. Uniknya dinding rumah bolon terbuat dari anyaman dan lantainya terbuat dari papan kayu.

3. Sumatra Barat (Rumah Gadang)

Sumatra Barat yang beribukota di Padang ini banyak dikenal dengan rendangnya, namun apabila anda ingin melihat lebih jauh mengenai rumah Gadang ini anda perlu sesekali pergi ke Padang/Sumatra Barat. Pada dasarnya rumah Gadang memiliki bentuk persegi panjang yang berbentuk sangat besar.

Rumah Gadang merupakan ikon bagi warga minangkabau, dirumah Gadang dilakukan semua kegiatan seperti keluarga,belajar maupun bermain.

Bahan dari rumah gadang sama seperti kebanyak rumah adat lainnya yang berasal dari alam. Dan bagi anda yang mengetahui sebagaimana sumatra merupakan daerah yang dilalui pegunungan yang lempengnya bergerak.

Rumah Gadang didesain sebagai tempat tinggal yang tahan gempa, arsitektur di penyangganya selalu diberi batu. Ini mengakibatkan kayu penyangga rumah Gadang tidak langsung menyentuh tanah. Selain itu pembuatan semua bagiannya tidak menggunakan paku sama sekali. Sehingga ini membuat rumah Gadang lentur sekaligus kuat dalam menahan gempa sampai 8SR.

 

4. Rumah Adat Sumatera Selatan (Rumah Limas)

Sumatra Selatan memiliki pusat pemerintahan di Palembang, masyarakat yang memiliki pempek sebagai makanan khas ini memiliki rumah limas sebagai rumah adat. Rumah limas hampir sama dengan rumah adat di Jawa. Namun ada beberapa perbedaan yaitu rumah ini memiliki ukuran sekitar 400-100 meter persegi.

Ini membuat rumah limas digunakan sebagai pusat acara adat dan pendidikan. Rumah limas sendiri memiliki bentuk seperti bangun limas, sehingga disebut sebagai rumah limas.

5. Rumah Adat Lampung (Nuwou Sesat)

Lampung merupakan provinsi di Sumatra yang paling dekat dengan Jawa, semua perjalanan darat ke Sumatra melalui Lampung. Sama seperti rumah adat sumatra yang lainnya rumah ada lampung ini bertipe rumah panggung dan berbahan dasar kayu. Rumah adat juga difungsikan sebagai balai untuk berkumpulnya masyarakat.

Rumah dibangun dengan tipe panggung dapat menghindarkan penghuninya dari hewan buas, karena alam lampung yang masih asri dan banyak sekali hutan.

6. Rumah Adat Bangka Belitung (Rumah Panggung)

 

Bangka dan Belitung merupakan satu provinsi yan terpisah dengan pulau utama Sumatra. Warga BaBel menyebut rumah adat mereka sebagai rumah panggung. Mayoritas masyarakatnya adalah masyarakat Melayu sehingga desainya sama dengan kebanyakan warga melayu.

Bahan bahan dari rumah Panggung merupakan hasil dari alam seperti tiang, lantai dan dasar dari rumah. Untuk atap terbuat dari kayu lapis namun untuk tipe dahulu rumah adat BaBel terbuat dari Ijuk dan Rumbia.

Ciri Khas dari rumah Panggung adalah memiliki 9 tiang dan terdapat 1 tiang utama di tengah sebagai penguat agar rumah kuat. Sama seperti kebanyakan rumah adat di Sumatra dan Melayu, masyarakat Bangka menggunakan rumah adat sebagai balai pertemuan sekaligus tempat tinggal.

7. Rumah Adat Bengkulu (Bubungan Lima)

 

Rumah adat bengkulu sama dengan rumah adat padang, rumah ini didesain sedemikian rupa sehingga tahan gempa. Tiang penyangga di rumah adat bengkulu ini ditaruh diatas batu yang telah dipendam, sehingga saat terjadi gempa tidak goyah.

Bubungan Lima sendiri merupakan nama yang diambil dari desain atapnya yang berbentuk limas. Namun selain itu itu bubungan lima juga memiliki nama lain seperti bubungan haji / bubungan jembatan yang biasa digunakan sebagai tempat tinggal sesepuh adat.

8. Rumah Adat Jambi (Kajang Leko)

Rumah adat selanjutnya adalah rumah adat jambi atau disebut Kajang Leko. Seperti dengan provinsi sumatra lain, rumah ini didesain dengan tipe rumah panggung. Yang sekaligus difungsikan sebagai tempat tetua adat.

Rumah Kajang ini didesain dengan rumah panggung, bentuk rumah kajang ini sperti persegi panjang, dengan ukuran 12 x 9 meter. Serta dilengkapi dengan 30 tiang penyangga, 24 tiang sebagai penyangga utama dan sisanya sebagai pelambang.

Desainnya dengan menggunakan rumah panggung, rumah kajang leko ini memiliki tangga. Uniknya rumah ini memiliki 2 tangga, yakni tangga utama dan sisanya sebagai tangga penteh.

9. Rumah Adat Riau (Balai Salaso Jatuh)

 

Rumah adat berikutnya adalah rumah adat dari Riau,namanya aalah salaso jatuh. Balai salaso jatuh fungsi utamanya sebagai tempat berkumpulnya para sesepuh adat. Fungsi utamanya untuk musyawarah dan kegiatan kegiatan lain.

Sekarang fungsi rumah adat ini telah digantikan masjid, namun pertemuan pertemuan adat tetap dilaksanakan disini.

10. Rumah Adat Kepulauan Riau (Rumah Melayu Atap Lontik)

Rumah adat kepulauan Riau merupakan rumah atap lontik, atapnya khas berbentuk perahu kalau dilihat dari kejauhan. Atapnya melentik keatas, selain itu denga desain rumah panggung, rumah lontik selalu memiliki tangga dan anak tangganya selalu berjumlah 5 atau bilangan ganjil lainnya.

Rumah Adat Indonesia di Jawa

11. DKI Jakarta (Rumah Kebaya)

Rumah kebaya merupakan rumah adat paling populer bagi warga betawi, rumah ini juga tercatat sebagai simbol bangunan dari suku Betawi. Ciri khas dari rumah Betawi adalah memiliki serambi yang digunakan khusus menerima tamu. Dan adanya teras untuk berkumpul seluruh keluarga, dengan adanya pagar khas yang mengelilingi teras depan rumah betawi.

12. Jawa Barat

13. Jawa Tengah

14. Yogyakarta

15. Jawa Timur

admin Menulis Apa Saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *