Pantai Glagah : Rute Menuju Lokasi Dan Harga Tiket Masuk

3 min read

Setiap sudut kota Yogyakarta memiliki potensi tempat wisata yang layak dikunjungi. Salah satunya daerah Kulon Progo. Wisata alam daerah tersebut banyak yang menarik termasuk pantainya. Bernama Pantai Glagah, yaitu pantai yang dikenal dengan sebutan primadona Kulon Progo. Berikut ulasan tentang Pantai Glagah, pantai yang hits di Kulon Progo.

Harga Tiket Masuk Pantai Glagah

Pengunjung yang tertarik untuk mengunjungi pantai yang sedang hits di Kulon Progo ini tidak perlu membayar mahal. Pantai yang terkenal dengan laguna indahnya ini mematok harga yang cenderung sama dengan tiket masuk pantai lain. Pengunjung cukup membayar Rp. 5000 saja per orang.

Biaya sebesar Rp. 5000 ini merupakan bentuk retribusi yang diberikan untuk masyarakat setempat karena telah menjaga kelestarian pantai ini. Disarankan juga membawa uang lebih untuk berjaga-jaga apabila berniat menikmati aneka wisata yang ada di Pantai Glagah. Seperti tarif perahu Laguna sebesar Rp. 5000 per orang.

Bila ingin mencoba sensasi naik kapal kano juga dikenakan tarif sebesar Rp. 20.000 per orang. Perahu motor nelayan juga disewakan di tempat tersebut dengan biaya sewa sebesar Rp. 5000 per orang. Jika berkunjung saat liburan harga-harga tersebut bisa juga naik. Oleh sebab itu lebih baik membawa uang lebih untuk berjaga-jaga.

Terdapat tambahan ongkos retribusi parkir motor sebesar Rp. 3.000 dan mobil Rp. 10.000. Untuk ongkos parkir bis dikenakan biaya sebesar Rp. 20.000. Dengan membayar biaya dan tiket retribusi tersebut, pengunjung dapat dengan puas berkeliling Pantai Glagah tanpa dibatasi waktu.

Rute Menuju Lokasi Pantai Glagah

Pantai Glagah ini letaknya di Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Jaraknya sekitar 40 kilometer kearah barat Yogyakarta atau 15 kilometer dari kota Wates. Terdapat dua rute yang bisa dipilih pengunjung untuk sampai ke pantai ini yaitu melalui jalan Bantul dan Jalan Wates.

Pertama pengunjung dapat memilih rute melalui jalan Bantul. Lewat jalan Bantul ini belok arah kanan menuju Purworejo. Hingga akan menemukan lampu lalu lintas Palbapang, lalu belok kanan melewati jalan Srandakan. Jalan terus hingga menemui lampu lalu lintas lagi, lalu belok kiri hingga sampai pantai Glagah.

Alternatif kedua yaitu melalui Jalan Wates. Pengunjung yang berangkat dari Jogya akan melewati jalan Wates hingga sampai pusat kota Wates. Ikuti saja jalur Jalan Raya Wates menuju Purworejo lalu belok kiri kearah Pantai Glagah.

Jalanan menuju pantai ini sudah mulus dan bisa dilalui oleh semua jenis kendaraan. Bagi yang naik kendaraan umum, bisa menggunakan bis jurusan Jogya – Wates dari Terminal Giwangan dan berhenti di Terminal Wates. Dilanjutkan naik bis umum jurusan Pantai Glagah – Congot – Trisik, dan bisa langsung turun depan pintu masuk Pantai Glagah.

Objek Wisata Pantai Glagah

Pantai Gagah menjadi salah satu rekomendasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa objek wisata di dalamnya menjadi daya tarik pengunjung untuk berwisata. Berikut wisata yang dapat dinikmati apabila berkunjung ke Pantai Glagah:

1. Berwisata Air Di Laguna Yang Indah

Laguna Pantai Glagah cukup dikenal sebagai daya tarik wisatawan. Umumnya laguna pantai berupa pasir, batu karang, atau semacamnya. Kebanyakan laguna pantai relative dangkal dan sepi. Berbeda dengan laguna pantai Glagah yang terbentuk dari daratan agak cekung dan berisi air laut saat pasang.

Lama kelamaan cekungan tersebut berubah menjadi telaga luas yang airnya tenang. Sekitar pinggiran laguna tersebut ditumbuhi rumput liar yang subur. Laguna tersebut banyak dimanfaatkan untuk wisata air.

Diantaranya seperti perahu kayuh, kano, hingga sampan kecil untuk mengelilingi dan melihat pemandangan sekitar laguna. Beberapa pengunjung juga terkadang memancing di area tersebut.

2. Memancing Dan Berfoto Di Area Tetrapod

Pantai Glagah dikenal memiliki ombak yang cukup besar. Hal inilah yang mendasari pengelola membangun tetrapod. Tetrapod ini dibuat dari beton berkaki empat yang dapat berfungsi sebagai pemecah ombak . Dengan adanya tetrapod ini, ombak diyakini tidak akan masuk lebih jauh ke bibir pantai.

Bagian tengah jejeran tetrapod pengelola membangun sebuah jalan setapak panjang yang mengarah ke tengah laut. Jalan setapak ini dipergunakan sebagai akses jalan menuju dermaga. Jalan ini banyak dimanfaatkan pengunjung untuk mengabadikan momen keindahan deburan ombak yang memecah mengenai tetrapod.

Wisatawan juga memanfaatkan area tetrapod ini untuk memancing. Cukup banyak jenis ikan yang hidup di area ini. Seperti ikan nila, gabus atau betutu. Selain menyenangkan dan bisa mendapat tangkapan ikan, pengunjung dapat bersantai menikmati semilir angin pantai yang sejuk.

3. Stupa Cagar Budaya

Sebagai informasi, Pantai Glagah merupakan saksi sejarah berdirinya Desa Glagah. Hal ini terbukti dari di sekitar Pantai Glagah terdapat sebuah situs bernama Stupa Cagar Budaya. Pada Kawasan Cagar Budaya ini ditemukan sebuah batu yang diberi nama Stupa Glagah.

Menurut keterangan warga setempat, stupa tersebut merupakan peninggalan masa pemerintahan Bupati Cangakmengeng di wilayah Kadipaten Sios. Mereka berpendapat bahwa stupa ini sudah ada sejak abad ke- 6 Masehi. Lokasi stupa berdiri diduga merupakan tempat anak gadis sang bupati bertapa yaitu Nyi Sekar Kenanga.

Selain stupa ada juga peninggalan sejarah lain yaitu sebuah batu yang diduga sebuah gong dan batu berbentuk Lingga dan Yoni. Diduga batu tersebut merupakan lambang kesuburan wanita dan pria. Pengunjung dapat memanfaatkan situs tersebut sebagai sarana edukasi wisata budaya.

4. Jalan-Jalan Ke Agrowisata Kusumo Wanadri

Pesisir pantai Glagah terdapat sebuah Agrowisata yang cukup terkenal. Bernama Agrowisata Kusumo Wanadri, yang dulunya hanya berupa semak belukar yang mengelilingi area pantai. Tempat ini berdiri di lahan seluas 3,5 hektar dan bisa dimanfaatkan untuk wisata edukasi bagi anak-anak.

Pasalnya, di agrowisata ini pengunjung diberi informasi singkat mengenai buah naga. Mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga manfaat yang bisa diperoleh dari buah ini. Selain itu para wisatawan bisa berkeliling sepuasnya di kebun buah naga serta sebuah apotek hidup yang disediakan oleh pengelola.

Bisa juga bagi pengunjung yang ingin berbelanja buah naga sebagai oleh-oleh atau untuk langsung dikonsumsi. Harga yang ditawarkan relatif murah, yaitu sekitar Rp. 15.000 untuk ukuran kecil. Sementara untuk yang besar ditawarkan dengan harga Rp 30.000 per kilonya. Buah naga yang dijual dijamin segar dan sangat nikmat.

5. Menyusuri Area Pantai

Bukan Ke Pantai Glagah namanya, jika belum menyusuri seluruh area pantai. Pengelola telah menyediakan penyewaan ATV, motocross, serta sepeda.  Semuanya bisa dimanfaatkan untuk berkeliling area pantai sambil menikmati kesejukan angin pantai.

Untuk sekedar saran, ATV dan motocross diperuntukkan bagi pengunjung yang berani dan mampu untuk menaikinya. Namun untuk wisatawan yang kurang berani menaiki keduanya, dianjurkan memilih sepeda untuk mengeksplore keindahan pantai Glagah.

6. Danau Buatan

Terdapat juga objek wisata lain yang bisa menjadi daya tarik pengunjung. Letaknya di bagian tepi laut tepatnya dekat kawasan tempat parkir terdapat sebuah danau buatan. Danau buatan tersebut berupa air tawar yang cukup besar. Bagi pengunjung yang ingin berkeliling danau, pengelola telah menyediakan sewa perahu dengan tarif sewa Rp 5000 sekali jalan.

Danau buatan ini juga lumayan banyak menarik pengunjung.Hal ini dikarenakan dari danau tersebut, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan lain dari pantai Glagah.

Itulah ulasan mengenai harga tiket masuk, rute menuju Pantai Glagah serta beberapa objek wisata yang ada di dalamnya. Pantai ini kian diminati oleh wisatawan dan termasuk pantai yang lagi hits di Kulon Progo. Tidak ada salahnya untuk berkunjung ke tempat ini saat mampir ke Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *