Walaupun hampir semua kebutuhan komputasi sudah bisa dipenuhi lewat tablet PC namun tak bisa dipungkiri kalau peran notebook masih belum sepenuhnya tergantikan. Di saat lain, mobilitas tinggi menuntut orang untuk mengalihkan hampir semua kebutuhan komputasi mereka ke smartphone. Kalau ingin praktis, ASUS PadFone ini bisa jadi adalah solusi yang menarik.
ASUS PadFone bisa memenuhi tiga kebutuhan tadi. PadFone bisa menjadi smartphone Android berlayar 4,3 inci namun dalam sekejap ia bisa berubah menjadi tablet PC berukuran layar 10,1 inci. Kalau masih belum cukup, PadFone juga bisa berubah menjadi notebook lengkap dengan keyboard-nya.
Cukup hanya memasukkan PadFone ke dalam PadFone Station dan smartphone ini akan berubah menjadi tablet PC. Bukan cuma berubah ukuran, PadFone Station ini sekaligus memberi tambahan daya sehingga ASUS PadFone bisa bekerja lebih lama. Kasus yang sama terjadi saat PadFone berbentuk tablet ini berubah menjadi notebook.
Spesifikasi Asus PadFone
| Platform | Android 4.0 (Ice Cream Sandwich) |
| Dimensions |
PadFone
128 x 65.4 x 9.2 mm (LxWxH) PadFone Station 273 x 176.9 x 13.55 mm (WxDxH) |
| Weight |
PadFone:
129 g (with battery) PadFone Station 724 g |
| CPU | Qualcomm Snapdragon S4 8260A Dual-Core 1.5 GHz |
| Memory | 1 GB LPDDR2 RAM |
Mungkin banyak dari kita yang berfikiran bahwa Asus PadFone dan PadFone Station dapat menyala dan berfungsi sendiri sendiri. Ternyata tidak, Tablet PadFone hanya bisa menyala saat kita memasukkan PadFone kedalam station. Perangkat ini dibanderol dengan harga 8 juta di amerika. Kalau di Indonesia masih belum ada kabar pastinya, kapan masuk Indonesia dan berapa harganya.
Wajar bila harganya mencapai 8 juta karena kita tahu bahwa smartphone 1,5 Ghz dual core saat ini memiliki harga kisaran 4 – 5 juta rupiah. Dengan menambahkan 3 juta Anda sudah memiliki dua perangkat sekaligus yaitu smartphone dan tablet.