Seperti yang kita tahu, bahwa ponsel Nokia 9500 adalah ponsel bisnis yang pernah banyak digunakan oleh banyak sekali pebisnis di Indonesia. Dengan kemampuan mengolah dokumen yang cukup baik, membuat ponsel pintar ini menjadi incaran para pekerja profesional di dunia.
Ponsel pintar berjenis communicator ini, memang kerap kali harus menghadapi tugas berat dari para pemiliknya. Misalnya untuk membaca dokumen, menyimpan arsip, menghitung neraca lajur, mencatat pembukuan dan tugas rumit lainnya.
Tak heran, jika kebanyakan communicator, menghadapi masalah yang sama, yaitu mengalami penurunan kinerja. Jadi, kecepatan untuk mengolah data, sudah tidak secepat pada waktu dulu saat kali pertama ponsel ini dibeli. Hal ini disebabkan media penyimpanan yang penuh sehingga memperlambat kinerja sistem di dalam ponsel ini.
Pada kesempatan kali ini, kami ingin memberikan tips untuk para pengunjung Sidoharjo yang mempunyai masalah pada Nokia 9500. Terutama untuk memperbaiki kerusakan pada sistemnya. Sebenarnya, Nokia 9500 mempunyai dua prosesor, prosesor ini biasa kita sebut dengan istilah CPU (sama seperti dalam dunia komputer). Prosesor yang berfungsi sebagai sarana komunikasi kita sebut dengan UPP dan prosesor untuk mengatur sistem aplikasi kita sebut OMAPT.
Kerusakan Nokia 9500 biasanya terdapat pada sistemnya yang disebabkan oleh pemakaian yang berlebihan, seperti menyimpan data terlalu banyak. Hal ini menyebabkan sistem penyimpanan data pada ponsel tersebut mengalami overload atau kelebihan beban. Karena kelebihan beban ini media penyimpanan data tersebut akan menjadi lemah dan mungkin juga rusak. Kalau kita mujur, mungkin kita bisa mencoba mempebaiki sendiri. Berikut ini cara-cara memperbaiki kerusakan Nokia 9500.
- Format Manual
Tekan keyboard “CTRL, SHIFT, F” pada posisi sebelum baterai terpasang, setelah itu baru masukkan baterai. Kemudian baru pasangkan baterai pada ponsel tersebut. Klik “FORMAT” untuk melakukan proses ini.
Setelah kita format, maka ponsel akan otomatis menghapus semua data yang tidak terpakai, termasuk data yang kita simpan di dalam ponsel. Setelah itu ponsel akan restart dan menyala. Sistem akan kembali seperti semula, persis seperti pertama kali kita beli baru (jika belum pernah diprogram flash atau upgrade).
- Flashing
Apabila dengan cara seperti di atas (format manual) tidak berhasil, maka kita lanjutkan dengan flashing, yaitu mengisi program baru pada ponsel. Semua sistem tidak akan berubah hanya saja dengan cara ini semua software yang ada di dalam ponsel telah diperbaharui.
Jika proses flashing tidak berjalan lancar karena tidak mencapai 100%. Bila ini terjadi, maka kerusakan tersebut adalah kerusakan hardware, yaitu kerusakan pada IC Flash (tempat penyimpanan data). IC tersebut adalah tempat sistem aplikasi tersebut berfungsi. Untuk kerusakan seperti ini dibutuhkan keahlian oleh karena itu kami sarankan untuk membawa ponsel Anda ke tempat service yang sudah Anda kenal. Tetapi jika ingin mencoba memperbaiki sendiri, caranya yaitu dengan mengganti IC Flash tersebut dengan yang baru. Setelah kita ganti dengan IC yang bagus, maka ponsel Anda sudah kembali normal.
Untuk mencegah terulang lagi kerusakan tersebut, hindari penyimpanan data yang berlebihan pada ponsel Anda. Kami sarankan untuk penyimpanan data sebaiknya data disimpan pada MMC (Multi Media Card) saja karena tidak beresiko.